Sabtu, 03 Juni 2017

Proses Pembuatan Batu Bata Merah Desa Langgen

PROSES PEMBUATAN BATA MERAH LANGGEN

Pada umumnya, proses pembuatan batu bata merah langgen hampir sama dengan batu bata lainnya, Namun batu bata langgen mempunyai ciri khas tersendiri yaitu pada kualitasnya. Banyak konsumen yang sudah membuktikan dengan kualitas batu bata langgen.  Batu bata langgen terkenal kuat dan tahan dengan terpaan angin laut sehingga tidak mudah tergerus oleh angin laut. Secara fisual pun bata langgen sangat berbeda dengan batu bata yang lain serta mempunyai berat yang lebih berbobot ketimbang batu bata lain. klik disini

Pengusaha batu bata langgen Bpk Syarifudin mengatakan" Bata langgen is very good quality" karena sudah dari jaman dahulu warga desa langgen memiliki usaha pembuatan batu bata merah. Sehingga hasilnyapun sangat bagus dibanding bata lain.
Adapun bahan-bahan  pembuatan batu bata langgen diantaranya :
1. Tanah liat
2. Sekam padi
3. Serbuk gergaji
4. Air 
5. Kayu bakar

Media Pembantu untuk pengolahan:
1. Cangkul
2. Garpu /singkel
3. Cetakan
4. Pisau
5. Serokan
6. Gerobak mini

Jika dilihat dari bahan pembuatan bata langgen  jelas sudah berbeda dengan bata lainnya yaitu pada material pembuatanya adalah dari sekam padi dan serbuk gergaji.  Namun untuk batu bata selain dari pengrajin batu bata langgen biasanya tidak menggunakan sekam padi untuk campurannya tetapi hanya menggunakan serbuk gergaji.

Gambar 1.1 Serbuk Gergaji dan Sekam padi
Gambar tersebut adalah serbuk gergaji dan sekam padi yang nantinya digunakan sebagai bahan campuran tanah yang akan dicampur pada saat proses mixsing manual dengan cangkul. Dalam proses pembuatan batu bata langgen Bpk Syarifudin menggunakan takaran  sebagai berikut, jika 1/2 kol tanah yang akan diolah maka ukuran serbuk gergajinya 5 bak besar dan sekam padinya 4 bak besar yang kemudian dicampur hingga merata.

Rata - rata waktu yang dibutuhkan karyawan dalam melakukan mixing dan pengolahan adonan batu bata langgen adalah 1-2 jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.  Kemudian adonan tersebut didiamkan selama beberapa jam untuk kemudian dicetak dengan ukuran cetakan yang diinginkan. Pada proses pencetakan batu bata secara otomatis akan dilanjutkan dengan proses penjemuran batu bata.  Yang mana penjemuran batu bata langgen memerluakan waktu 2-3 hari untuk hasil yang maksimal hingga benar - benar kering,   sehingga hasil bakarannya bisa lebih maksimal.

Gambar 1.2 Adonan yang sudah di olah dan dicampur
UD Barikah mandiri
Sambil menunggu adonan batu bata yang telah dicetak, karyawan Bpk Syarifudin melakukan kegiatan lain yaitu nyisik atau menghilangkan adonan yang berlebih yang ada dibagian samping batu bata yang setengah kering dengan pisau sederhana, langkah ini dilakukan agar bata terlihat rapi dan mudah untuk ditata.
Dalam sehari biasanya karyawan mampu menyisik bata sampai seribu (1000 pcs) bata. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sisikan kurang lebih 1,5 jam. 


Pada proses selanjutnya adalah menyusun hasil bata sisikan dengan metode zigzag sehingga bata dapat berdiri kokoh dan dijemur lagi sampai mendapatkan hasil yang maksimal.

 Gambar 1.3 proses penjejemuran metode Zigzag


Gambar diatas menggambarkan sedang melakukan proses penjemuran dengan metode zigzag yang mana dengan metode ini diharapkan posisi batu bata yang masih basah bisa kuat ketika ditumpang dengan bata lagi. Tinggi  penataan metode Zigzag maksimal 8 sap atau kurang lebih 1 m. Penataan tersebut memudahkan karyawan pada saat menutup dan membuka plasik yang biasa digunakan sebagai penutup ketika sore hari.
Klik disini untuk Pemesanan Batu Bata Merah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar